Info Kesehatan

Badan Lemas Kurang Garam, Belum Tentu Butuh Banyak Minum

HO, 08 September 2020

Saat ini, olah raga sudah menjadi bagian dari pola hidup sehat yang perlu digalakkan, kita bisa lihat banyak sekali masyarakat yang berolah raga, mulai dari bersepeda, berlari dan lainnya. Terkadang saat berolahraga, tubuh kita lelah dan lemas sehingga kita butuh minum cairan elektrolit untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Atau juga mungkin saat sedang sakit diare dan badan lemas kita butuh banyak minum untuk menggantikan cairan karena pada saat itu kita juga kekurangan elektrolit khususnya elektrolit garam atau sodium. Hal ini disebabkan karena dehidrasi. Badan lemas sendiri juga banyak penyebabnya tidak hanya kekurangan garam, bisa juga karena penyakit infeksi, penyakit metabolic, atau kurang nutrisi dll. Tetapi khusus untuk badan lemas karena kurang garam ternyata belum tentu obatnya minum air atau garam elektrolit!!!.

            Kondisi ini harus jadi perhatian, jadi pada kondisi seperti apa tubuh bisa lemas karena kekurangan garam tetapi justru tidak disarankan untuk minum air atau tambah garam. Kondisi ini dalam konsep medis disebut hiponatremia dilusional atau intinya terjadi pengenceran dalam tubuh sehingga seakan akan kadar garam dalam tubuh turun tetapi sebenarnya terjadi penumpukan cairan sehingga terjadi pengenceran garam dalam tubuh. Dan tentunya hal ini bukan disebabkan karena olahraga atau sakit diare, justru kondisi yang kebalikannya tetapi tetap terjadi kadar garam yang rendah dalam tubuh.

            Kondisi ini bisa muncul dengan 2 kondisi yang pertama terjadi penumpukan cairan yang berlebihan dengan tanda-tanda pembengkaan yang berisi cairan dan yang kedua dimana tidak terlalu tampak tanda penumpukan cairannya.

Kondisi yang pertama ditandai dengan penumpukan cairan yang berlebihan dengan tanda pembengkaan tubuh itu sering ditemukan pada kondisi gagal jantung, gagal ginjal dan gagal hati. Pada kondisi ini justru badan akan terasa lemas karena kekurangan garam tetapi akan ada pembatasan minum dan garam karena penambahan air dan garam akan justru membebani tubuh.

            Sedangkan pada kondisi yang kedua, badan lemas kurang garam tetapi tidak ada tanda pembekaan dan tidak ada tanda dehidrasi. Hal ini seringkali muncul pada beberapa kondisi seperti penderita dengan riwayat kanker, stroke, infeksi kronis atau juga usia lanjut. Dan kondisi ini butuh perhatian karena sering kali kurang jadi perhatian dan hanya dianggap tambahan dari penyakit utamanya. Dan pemberian minum dan garam tidak akan menyelesaikan masalah di kedua hal ini..

            Pada kedua kondisi ini, terjadi peningkatan kadar air didalam tubuh yang disebabkan disebabkan peningkatan hormon dalam tubuh yang disebut vasopressin yang memiliki salah satu fungsi meningkatkan kadar air dalam tubuh..

            Dengan demikian ada kondisi dimana badan lemas kurang garam dan banyak minum bukan merupakan solusi bahkan bisa berbahaya. Kondisi ini disebut hiponatremia dilusional.