Info Kesehatan

Kedelai, Nutrisi dan Kesehatan

HO, 08 September 2020

Kedelai, Nutrisi dan Kesehatan

1. Pendahuluan
Kedelai (Glycine max L.) merupakan spesies dari kelompok kacang polong yang merupakan tumbuhan asli di Asia Timur, tumbuh luas dan bisa dimakan serta memiliki beberapa kegunaan. Topik kali ini kita akan focus tentang manfaat gizi kedelai dan bagi kesehatan manusia.

2. Kedelai dan Nutrisi
Kedelai yang dikenal salah satunya dalam bentuk minyak biji kedelai, mengandung beberapa zat gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seperti protein, karbohidrat,  vitamin dan mineral. Kedelai kering mengandung 36% protein, 19% lemak, 35% karbohidrat ( 17% diantaranya serat diet), 5% mineral serta beberapa komponen lain termasuk vitamin.

Protein kedelai adalah salah satu sumber diet protein yang paling murah. Protein kedelai bisa digunakan sebagai pengganti protein hewani dan kandungan proteinnya sangat mirip dengan protein hewani karena mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan bagi manusia, kecuali golongan asam amino yang mengandung unsur sulfur ( methioneine dan cysteine ).

Minyak kedelai yang merupakan salah satu produk olahan kedelai, yang juga digunakan di berbagai industri. Minyak kedelai mengandung sekitar 15,65% saturated fatty acids (SFA), 22,78% monounsaturated fatty acids ( MUFA ) dan 57,74%  polyunsaturated fatty acid (PUFA, 7% linolenic acid/Omega3 dan 54%  linoleic acid/Omega 6) . Selain itu, kedelai juga mengandung beberapa senyawa bioaktif antara lain isoflavone yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

3. Senyawa Bioaktif Kedelai

Isoflavone (soy phytoestrogens) merupakan subgroup dari gologan flavonoid. Isoflavone yang utama dari kedelai adalah genistein, daidzein dan glyctein dengan kandungan masing – masing 50%, 40% dan 10%. Soy isoflavones, daidzein and genistein, terutama terdpat dlam bentuk glikosida dengan konsentrais tinggi di dalam berbagai kedelai dan produk olahan kedelai seperti miso, tahu dan susu kedelai.

4. Kedelai dan Kesehatan
    4.1. Efek pada kanker

Dari studi terbaru dinyatakan bahwa konsumsi susu kedelai dan protein kedelai yang mengandung flavonoid genistein, Biochanin A, phytoestrogens (isoflavones) berhubungan dengan rendahnya resiko beberapa penyakit kanker termasuk kanker payudara, prostat, endometrial, paru, colon (usus besar), hati dan kandung kemih. Isoflavones (genistein) melalui dua mekanisme yaitu hormonal dan non-hormonal dalam mencegah kanker, aksi hormonal isoflavone, terjadi melalui sejumlah jalur termasuk di antaranya kemampuan untuk menghambat tyrosine kinase yang berperan dalam pengaturan pertumbuhan sel, memperbaiki transformasi Growth Factor β, yang akan menghambat siklus perkembangan sel serta juga mempengaruhi faktor – faktor transkripsi yang terlibat dalam ekspresi respon stres sehubungan dengan gen yang terlibat dalam kematian sel. Mekanisme nonhormonal lainnya adalah melalui  isoflavone yang diyakini akan meningkatkan efek antikarsinogenic, melalui perannya sebagai anti-oksidan, anti-proliferative, anti-angiogenic dan anti-inflamasi.

4.2. Efek Terhadapa Hiperkolesterolemia dan Penyakit Kardiovaskuler
Melalui studi tentang efek protein kedelai dan isoflavone, telah dilaporkan bahwa komponen utama kedelai ( protein dan isoflavone ) menurunkan kadar kolesterol darah. Dari studi terbaru juga dilaporkan bahwa protein kedelai yang mengandung isoflavone juga menurunkan secara signifikan kadar total kolesterol, LDL kolesterol dan triacylglycerol serta meningkatkan kadar HDL kolesterol, namun perobahan ini dipengaruhi oleh jumlah dan lama asupan, gender dan kadar awal lemak darah masing-masing.  

Minyak kedelai efektif dalam menurunkan kolesterol dan LDL kolesterol darah, serta bisa digunaka sebagai agen hipololesterolemia yang potensial jika dikonsumsi dalam bentuk dietary fat dan terutama membantu dalam mencegah atherosclerosis dan penyakit jantung. Minyak kedelai juga kaya akan vitamin E yang penting bagi perlindungan lemak tubuh dari proses oksidasi dan bereaksi dengan radikal bebas dengan demikian membantu untuk mencegah terjadinya penyakit kronis akibat radikal bebas seperti penyakit jantung coroner dan kanker.

4.3. Efek terhadap Osteoporosis dan Menopause
Konsumsi kedelai juga mengurangi kejadian osteoporosis, memperbaiki Kesehatan tulang dana masalah Kesehatan tulang lainnya. Selaintiu konsumsi kedelai juga mengurangi resiko osteoporosis dan membantu mengurangi hot flashes yang terjadi pada saat menopause dan menjadi perhatian bagi wanita.


4.4. Efek Terhadap Sekresi Insulin dan Metabolisme Energi
Flavonoid genistein, tyrosine kinase inhibitor, menghambat jalur sinyal insulin. Isoflavone menginduksi terjadinya perobahan metabolism energi dalam tubuh manusia. Isoflavone juga menghambat glycolysis   dan merobah metabolism energi dari karbohidrat menjadi metabolism lemak akibat pengaruh isoflavone.

4.5. Efek Terhadap Tekanan Darah dan Fungsi Endothel
Telah dipelajari tentang efek diet protein kedelai dan isoflavone  terhadap factor resiko penyakit jantung pada sekelompok laki-laki usia pertengahan di Skotlandia. Selama lima minggu setengah dari laki-laki tersebut mendpat makanan dengan kandungan paling sedikit 20 g protein kedelai dan 80 g isoflavone setiap hari. Efek isoflavone terhadapa tekanan darah, kadar kolesterol dan jumlah ekskresi urin diukur, kemudian dibandingkan dengan kelompok yang mendapatkan diet placebo mengandung minyak zaitun.  Ternyata kelompok yang mendapat diet kedelai memeperlihatkan penurunan tekanan diastolic dan sistolik yang bermakna. Diet soya ini juga secara bermakna menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic pada wanita  post-menopause. Asupan soy protein dan isoflavone memperbaiki fungsi endothelial pembuluh darah dengan meningkatkan kadar endothelial Nitric Oxide Syntase  (eNOS), sebagai regulator fungsi kardiovaskuler.

4.6. Efek Terhadap Agregasi Platelet dan Aktivitas Fibrinolytic

Efek dari genistein, sebagai sebuah penghambat enzim protein tyrosine kinase terhadap agregasi platelet sudah pernah diperlihatkan. Nattokinase, sebuah enzyme fibrinolytic yang kuat, (makanan dari fermentasi kedelai di Jepang) memperlihatkan sekitar empat kali lebih kuat dibandingkan plasmin dalam uji lysis bekuan darah.


Dengan demikian konsumsi kedelai termasuk produk olahannya seperti temp, tahu dan lain – lain, yang mengandung isoflavone sebagai salah satu bahan aktifnya sangat bermanfaat bagi Kesehatan tubuh.