Info Kesehatan

Pentingnya Vitamin Matahari dan Mandi Matahari

HO, 28 August 2018
Ditulis oleh W Subagja

Pentingnya Vitamin ‘matahari’ dan Mandi ‘matahari’

 

VITAMIN D
Vitamin D sering disebut vitamin matahari karena kulit kita akan memproduksinya saat terpapar matahari. Zaman dahulu sejak di bangku sekolah, kita hanya diajari bahwa vitamin D sangat diperlukan untuk kesehatan tulang dan waktu yang paling baik adalah pada pagi hari. Namun sekarang telah banyak penelitian membuktikan bahwa ternyata vitamin D tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tulang, tetapi juga dapat meningkatkan sistem imun.

Ada 2 macam sinar UV (ultraviolet) yaitu UVA & UVB. Perbedaan terletak pada panjang gelombangnya. UVA memiliki gelombang yang lebih panjang sehingga akan menyebabkan penetrasi yang lebih dalam ke jaringan kulit (dermis) dan mengakibatkan kerusakan pada matrix collagen kulit, sedangkan UVB memiliki gelombang pendek-sedang. UVA sering dijumpai pada jam 07.00 pagi dan juga bisa dijumpai melalui sinar matahari yang menembus jendela kaca baik itu kaca jendela rumah maupun kaca jendela mobil. Menurut dr. Mercola (2016) & dr. Diane Godar (2009), UVA justru akan menimbulkan efek negative pada kulit, seperti melanoma (kanker kulit). Hal ini terbukti dari kejadian melanoma yang lebih banyak terjadi pada pekerja indoor (pekerja kantor) dibanding pekerja outdoor.




VITAMIN D & SISTEM IMUN
Vitamin D itu ibarat sakelar ON & OFF dalam tubuh yang dapat menghidupkan dan mematikan proses metabolisme dan genetik untuk menjaga kesehatan tubuh.
Defisiensi vitamin D dapat menghambat pertumbuhan dan metabolisme tubuh secara keseluruhan. Rendahnya vitamin D berhubungan berbagai macam penyakit kronis seperti osteoporosis, jantung koroner, kanker, diabetes, autoimun, penyakit infeksi, gangguan saraf dan depresi.
Penyakit autoimun dapat terjadi apabila sistem imun terlalu sensitive/ overwhelmed, dan menjadi bingung  membedakan antara lawan  atau kawan  sehingga bukannya  melawan pathogen, tetapi rancu menyerang jaringan tubuh sendiri.
Dengan adanya level vitamin D yang cukup dalam tubuh, sistem imun kita selalu ada yang menenangkan dan mengingatkan sehingga sistem imun lebih “smart/sober/aware”. Vitamin D akan menyadarkan atau mempermudah sistem imun dengan membedakan yang mana pathogen dan yang mana jaringan tubuh sendiri sehingga mengurangi risiko penyakit autoimun.

Beberapa fungsi Vitamin D
 

CARA MENDAPATKAN VITAMIN D ALAMI
Cukup terpapar sinar matahari UVB dalam keseharian. Tidak perlu berlama-lama apalagi sampai jadi tan, sunburn (terbakar – justru bisa berisiko kanker kulit). Cukup 5-15 menit, beberapa kali dalam sehari, atau rutin/ konsisten. Rekomendasi dari Bill Fleming, berjemur sekitar 5-15 menit 4-6 kali dalam seminggu. Waktu terbaik adalah saat bayangan kita lebih pendek dari tinggi kita, yaitu sekitar pukul 10.00-15.00 WIB (tanpa sunblock).

Faktor-faktor yang berperan dalam berjemur untuk menyintesis vitamin D, yaitu :

  • Garis lintang/ lokasi geografis

Untuk mendapatan UVB, diperlukan posisi matahari berada di garis lintang 50®. Letak garis lintang berbeda-beda tergantung dari lokasi geografis. Untuk Indonesia,  garis lintang diatas 50® terdapat pada :
Jam 10.00-11.00 WIB sampai jam 14.00-15.00 WIB.
Untuk WITA, biasanya jam 05.00 pagi sudah terang sehingga jam 09.00-10.00 WITA sudah bisa mendapatkan UVB.

  • Warna kulit

Semakin putih seorang individu, maka diperlukan waktu yang lebih singkat yaitu 5-10 menit. Dan sebaliknya, semakin gelap kulit seseorang maka memerlukan waktu yang lebih lama yaitu maksimal 15 menit.
 

  • Paparan UV pada pemakaian obat tertentu

Akibat penggunaan obat pada kulit, dapat menimbulkan reaksi photoallergic: perubahan struktur obat menjadi antigen (benda asing). Kemudian tubuh mulai bereaksi pada alergi dan menyebabkan radang pada daerah kulit yang terpapar sinar matahari, kebanyakan penyebabnya adalah obat topikal (obat oles atau aplikasi pada kulit).

  • Baju yang dikenakan

Untuk mendapatkan vitamin D yang cukup, disarankan tangan dan kaki terpapar sinar matahari, minimal 1/3 bagian tubuh atau kulit. Warna pakaian yang digunakan sebaiknya berwarna lebih terang (putih) untuk meningkatkan proses penyerapan vitamin D. Kontak langsung dengan kulit sangat dianjurkan.

  • Kulit wajah

Kulit wajah memiliki lapisan yang lebih tipis sehingga tidak akan menghasilkan banyak vitamin D. Untuk menghindari flek pada kulit wajah, sebaiknya kulit wajah terlindungi (gunakan topi).


SUMBER VITAMIN D
Bagi individu yang belum bisa berjemur, suplemen vitamin D bisa menjadi pilihan. Sementara, untuk makanan contohnya adalah salmon, sarden, kuning telur, udang dan jamur.
Namun tentu saja, sumber terbaik adalah menyintesis dari dalam tubuh sendiri karena tubuh akan otomatis mengatur kadarnya dalam batas normal.
Menurut pengalaman beberapa ahli, berjemur memberikan efek endorphin bagi tubuh yang memberikan efek positive.

KESIMPULAN
Setiap orang memiliki kepekaan yang berbeda terhadap paparan sinar matahari, tergantung jenis kulit, ketersediaan bahan makanan untuk menyintesis vitamin D, kondisi kulit, warna kulit, usia, dan baju yang dikenakan.
Mengingat faktor individual, patokan berjemur tidak bisa ditetapkan secara umum melainkan harus disesuaikan dengan reaksi individu masing-masing. Oleh karena itu, kenali diri sebaik mungkin dan hindari obat-obatan yang bereaksi photosensitve & photoallergic seperti obat oles wajah (jika tidak diperlukan).
Selamat mencoba !