Info Kesehatan

Obat-obatan baru terhadap Tuberkulosis: perspektif klinisi

Jakarta, 02 March 2016
Ditulis oleh Administrator

Obat-obatan baru terhadap Tuberkulosis: perspektif klinisi
(Ioana Diana Olaru et al. 2014)

ABSTRAK
Tujuan pembangunan millennium PBB dalam mengurangi penyebaran tuberkulosis secara global pada tahun 2015 telah diimbangi dengan maraknya kembali munculnya tuberkulosis resisten obat, khususnya tuberkulosis yang telah resisten dengan fluorokuinolon dan tuberkulosis resisten obat ekstensif. Setelah masa laten selama satu decade dalam perkembangan obat-obat antituberkulosis, bedaquiline dan delamanid telah disetujui secara bersyarat untuk pengobatan tuberkulosis resisten obat, sementara beberapa senyawa baru lainnya (AZD5847, PA-824, SQ109 dan sutezolid) telah dievaluasi dalam uji klinis fase II. Sebelum obat baru mendapat tempat dalam melawan tuberkulosis resisten obat, linezolid telah digunakan dengan sukses dalam pengobatan tuberkulosis resisten obat yang telah resisten dengan fluorokuinolon. Ulasan ini sebagian besar membahas enam obat baru yang telah dievaluasi dalam uji klinis fase II dan III, dengan focus kepada bukti klinis untuk efikasi dan keamanan, potensi interaksi obat, dan prospek untuk menggunakan beberapa obat baru sebagai rejimen baru pengobatan.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi : http://www.indonesia-imtc.org/en/