Perkantoran Hijau Arkadia, Tower A, Lt. 3
Jl. Letjen. TB. Simatupang Kav. 88 Jakarta 12520 Indonesia
Tel. : (021) 782-7660 (Hunting) Fax. : (021) 782-7663/4
Indonesia | English



Article
 
 

Jakarta, 27 Jun 2008

Asam Amino Rantai Cabang ( AARC )

ASAM AMINO RANTAI CABANG (AARC)

Asam Amino Rantai Cabang (AARC) memegang peranan yang penting terutama selama beraktifitas dan di dalam pemeliharaan serta pertumbuhan daripada otot rangka. AARC, membentuk lebih kurang 40% daripada asam amino esensial bebas di dalam plasma darah, dan digunakan sebagai sumber energi selama beraktifitas bila diperlukan, dan memegang peranan yang penting dalam proses glikoneogenesis (suatu mekanisme penggunaan kembali glukosa sebagai energi di otot). Pada penderita penyakit sirosis hati, penurunan signifikan kadar AARC akan mengakibatkan timbulnya malnutrisi atau ensefalopati hepatik yang serius. Pemberian suplemen AARC pada penderita tersebut akan memperbaiki status nutrisi dan memperpanjang harapan hidup penderita.

Pendahuluan
Ketiga asam amino rantai cabang (AARC), leusin, isoleusin dan valin, merupakan asam amino esensial yang memegang peranan penting di dalam struktur, metabolisme dan regulasi protein.1 Pada pertengahan tahun 1970an, ditunjukkan bahwa AARC, terutama leusin, merupakan suatu regulator yang kuat terhadap proses pergantian protein.2,3 Pada pertengahan tahun 1980an, juga diperlihatkan bahwa AARC berkompetisi dengan 'large neutral amino acids (LNAAs)', dimana dengan menaikkan kadar AARC di dalam darah akan membatasi pembentukan neurotransmiter palsu di otak.

Struktur AARC



Otot rangka merupakan tempat yang utama terjadinya proses katabolisme AARC. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang penting antara AARC dan asam amino lain yang pada umumnya dimetabolisme dalam hati dan usus halus. Tentu saja, setelah asupan makanan yang kaya protein, terjadi peningkatan jumlah asam amino yang tidak seimbang dalam aliran darah. Hal ini merupakan suatu tanda kepada AARC untuk bertindak dalam pengaturan proses selular yang beragam.1

Peranan regulasi dari AARC
Peningkatan kadar AARC yang bersirkulasi di dalam darah setelah pemberian makanan yang mengandung protein, di 'rasakan' oleh beberapa jaringan tubuh yang berbeda dan mempunyai efek yang penting bagi jaringan tersebut. AARC bertindak sebagai petanda yang penting bagi jaringan tubuh yang lain. Otak dan otot rangka merupakan salah satu jaringan yang dipengaruhi oleh kadar AARC.1

Otak
Selain mempunyai peranan penting dalam sintesa protein, asam amino juga memainkan peranan yang penting di otak. Glutamat merupakan suatu eksitatori neurotransmiter yang penting sementara asam amino aromatik (triptofan, tirosin dan fenilalanin) merupakan prekursor neurotransimiter serotonin, dopamin dan norepinefrin. 'Uptake' asam amino ke dalam otak melibatkan transportasi melalui sawar darah otak, sementara 'uptake' dari 'large neutral amino acids' hanya melalui suatu 'carrier' tunggal yaitu transporter 'large neutral amino acids'.
Ketiga asam amino rantai cabang dan asam amino aromatik menggunakan transporter ini, dan berkompetisi satu sama lain. Peningkatan kadar AARC dapat mengurangi uptake dari ketiga asam amino dan mengurangi sintesa daripada neurotransmiter yang dihasilkan oleh asam amino ini.1

Otot Rangka
Asam amino rantai cabang, terutama leusin, mengatur sintesa protein dan degradasi protein. Proses regulasi dari sintesa protein ini sangat kompleks. Peranan leusin dalam sintesa protein di otot dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Dalam hal ini perangsangan daripada sintesa protein sangat jelas bahwa salah satu target intraseluler daripada insulin adalah suatu protein kinase yang dikenal dengan mTOR.
Leusin juga mengaktivasi mTOR untuk merangsang sintesa protein disamping mempertahankan massa tubuh selama
kehilangan berat badan dan proses penuaan serta mempercepat penyembuhan luka.1

AARC sebagai agen antianoreksia
Didalam penyakit-penyakit kekurangan berat badan, kehilangan berat badan tidak bisa dijelaskan hanya dengan keadaan anoreksia dan asupan makanan yang kurang saja.4 Bagaimanapun juga, anoreksia merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap kualitas hidup dan akan mempengaruhi prognosa dari penderita.
Pemberian suplemen AARC dipertimbangkan dalam perencanaan pendekatan terapeutik terhadap anoreksia yang disebabkan oleh penyakit karena akan mengganggu sintesa serotonin di otak, dan mengganggu aktivitas serotonergik di hipotalamus.4
Dengan mempertimbangkan peranan daripada serotonin otak dalam patogenesa anoreksia dan cachexia yang berhubungan dengan penyakit, obat-obatan antiserotonergik mungkin sama efektifnya dengan AARC dalam meningkatkan asupan makanan dan status nutrisi.

AARC sebagai agen anticachexia
Peningkatan degradasi protein otot dan kehilangan berat badan merupakan petanda klinis dan biologis utama dari cachexia, yang dipengaruhi oleh pengobatan yang tersedia saat ini. Disamping efek propagik, AARC juga mempunyai efek anti katabolik dengan meningkatkan sintesa protein dan menghambat proteolisis intraseluler.4

Referensi :
  1. Brosnan J.T. Amino Acids of the 21st Century. Amino Acids Link News, Vol. 12 - October 2005.
  2. Cynober L. and Harris R.A. Symposium on Branched-Chain Amino Acids : Conference Summary. American Society for Nutrition. J. Nutr. 236: 333S-336S, 2006.
  3. Buse MG, Reid SS. Leucine. A possible regulator of protein turnover in muscle. J Clin Invest. 1975; 56:1250-61.
  4. Laviano A et al. Branched-chain amino acids : the best compromise to achieve anabolism ? Curr Opin Clin Nutr Metab Care 8:408-414. Lippincott Williams & Wilkins 2005.

 

Dr. Philip Darmawan, MKT
Medical Advisor
pdsony@ho.otsuka.co.id

 

 
     
  Artikel Lainnya  
 

26 Sep 2012 | Article

Informasi tentang HIV dan AIDS


 
     

 
 
 

Bagaimana menurut anda situs Otsuka ini ?

  

  

  

  

  

Getting poll results. Please wait...
 
  SELL BUY
USD9920.009620.00
SGD7773.427673.42
HKD1266.651250.45
AUD9617.909287.90
JPY98.2794.51
EUR12803.4012388.40

5/23/2013 16:10 WIB



Corporate eMail
 
This site has been accessed 4705980
times
 

 

All Right Reserver by Otsuka PT.