| |
Jakarta, 28 May 2008
Interaksi Obat : Apa yang Patut Anda Ketahui.
Interaksi Obat : Apa yang Patut Anda Ketahui.
Interaksi obat adalah kejadian di mana suatu zat mempengaruhi aktivitas obat. Efek-efeknya bisa meningkatkan atau mengurangi aktivitas, atau menghasilkan efek baru yang tidak dimiliki sebelumnya. Biasanya yang terpikir oleh kita adalah antara satu obat dengan obat lain. Tetapi, interaksi bisa saja terjadi antara obat dengan makanan, obat dengan herbal, obat dengan mikronutrien, dan obat injeksi dengan kandungan infus
Karena kebanyakan interaksi obat memiliki efek yang tak dikehendaki, umumnya innteraksi obat dihindari karena kemungkinan mempengaruhi prognosis. Namun, ada juga interaksi yang sengaja dibuat, misal pemberian probenesid dan penisilin sebelum penisilin dibuat dalam jumlah besar.
Contoh interaksi obat yang kini digunakan untuk memberikan manfaat adalah pemberian bersamaan karbidopa dan levodopa (tersedia sebagai karbidopa/levodopa). Levodopa adalah obat antiParkinson dan untuk menimbulkan efek harus mencapai otak dalam keadaan tidak termetabolisme. Bila diberikan sendiri, levodopa dimetabolisme di jaringan tepi di luar otak, sehingga mengurangi efektivitas obat dan malah meningkatkan risiko efek samping. Namun, karena karbidopa menghambat metabolisme levodopa di perifer, lebih banyak levodopa mencapai otak dalam bentuk tidak termetabolisme sehingga risiko efek samping lebih kecil.
Interaksi obat bisa ditimbulkan oleh berbagai proses, antara lain perubahan dalam farmakokinetika obat tersebut, seperti Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, dan Ekskresi (ADME) obat. Kemungkinan lain, interaksi obat merupakan hasil dari sifat-sfat farmakodinamik obat tersebut, misal, pemberian bersamaan antara antagonis reseptor dan agonis untuk reseptor yang sama.
Interaksi Obat yang berkaitan dengan metabolisme
Banyak interaksi obat disebabkan oleh perubahan dalam metabolisme obat. Satu sistem yang terkenal dalam interaksi metabolisme adalah sistem enzim yang mengandung cytochrome P450 oxidase. Sebagai contoh, ada interaksi obat bermakna antara sipfofloksasin dan metadon. Siprofloksasin dapat menghambat cytochrome P450 3A4 sampai sebesar 65%. Karena ini merupakan enzim primer yang berperan untuk memetabolisme metadon, sipro bisa meninggikan kadar metadon secara bermakna. Sistem ini dapat dipengaruhi oleh induksi maupun inhibisi enzim, sebagaimana dibahas dalam contoh berikut.
Induksi enzim - obat A menginduksi tubuh untuk menghasilkan lebih banyak obat yang memetabolisme obat B. Hasilnya adalah kadar efektif dari obat B akan berkurang, sementara efektivitas obat A tidak berubah.
Inhibisi enzim - obat A menghambat produksi enzim yang memetabolisme obat B, sehingga peninggian obat B terjadi dan mungkin menimbulkan overdosis.
Ketersediaan hayati – obat A mempengaruhi penyerapan obat B.
Sayangnya, karena jumlah obat yang beredar di pasar sangat banyak, tidak mungkin bagi perusahaan obat manapun memeriksa profil kompatibilitas obatnya dengan obat lain secara lengkap. Oleh karena itu, klinisi sebaiknya memeriksa dengan seksama informasi peresepan sebelum memberikan obat, khususnya obat yang baru dikenal.
Lebih lanjut, link berikut dapat membantu jika seseorang ingin mengetahui interaksi suatu obat dengan obat lain:
http://www.drugs.com/drug_information.html
Interaksi obat -Mikronutrien
Kadar serum dari elektrolit, mikromineral dan vitamin bisa berubah oleh obat-obat tertentu dan dokter harus mewaspadai hal ini bila ada kelainan.
(lihat LAMPIRAN)
Inkompatibilitas obat IV
Ada obat injeksi yang tidak kompatibel dengan kandungan larutan infus. Contoh khas adalah natrium bikarbonat dengan Ringer laktat atau Ringer asetat.
Untuk mencegah inkompatibilitas, penting dipikirkan bagaimana obat bisa berinteraksi di dalam atau di luar tubuh. Jika anda harus mencampur suatu obat, selalu ikuti petunjuk pabrik seperti volume dan jenis diluen yang tepat; mana larutan yang bisa ditambahkan ke pemberian "piggy back"; dan larutan “bilas” apa yang harus digunakan di antara pemberian suatu produk dan produk lain untuk menghindari kejadian-kejadian, seperti pengendapan di dalam selang infus (sebagai contoh, jangan pernah memberikan fenitoin ke dalam infus jaga yang mengandung dekstrosa, atau jangan campur amphotericin B dengan normal saline). Hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah adanya elektrolit (misal. kalium klorida) yang dicampur ke infus kontinyu, misal pada sistem piggyback. Jika ingin mencampur obat dalam spuit untuk pemberian bolus, pastikan obat-obat ini kompatibel di dalam spuit. Jika tidak mendapat informasi dari referensi obat, kontak apoteker. Umumnya apoteker memiliki akses untuk informasi kompatibilitas ini.
Waspada dengan obat yang dikenal memiliki riwayat inkompatibilitas bila berkontak dengan obat lain. Contoh-contoh furosemide (Lasix), phenytoin (Dilantin), heparin, midazolam (Versed), dan diazepam (Valium) bila digunakan dalam campuran IV.
Kekurangan-kekurangan PVC (polivinilklorida)
Di samping kompatibilitas obat-obat IV, klinisi perlu mengetahui bahwa beberapa masalah bisa timbul bila menggunakan PVC sebagai wadah untuk larutan infus. Plasticized polyvinyl Klorida (PVC) merupakan bahan polimer yang digunakan secara luas di bidang kedokteran dan yang terkait. Di bidang kedokteran, PVC yang lentur digunakan untuk kantong penyimpan darah, selang transfusi, hemodialisis, pipa endotrakea, infuse set, serta kemasan obat. Ester asam ftalat, terutama di-(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP), merupakan pelentur yang paling disukai di bidang kedokteran. Karena zat aditif ini tidak berikatan kovalen dengan polimerm ada kemungkinan memisah dari matriks. Lepasnya DEHP dari kantong PVC ke dalam larutan sudah bertahun-tahun menimbulkan kekhawatiran. Toksisitas DEHP dan PVC telah mencetuskan pertanyaan serius mengapa produk ini masih digunakan. Pemisahan DEHP dari PVC disebut leaching. Leaching terjadi bila beberapa obat seperti paclitaxel atau tamoxifen diberikan dalam kantong PVC.
Kekhawatiran lain dari penggunaan kantong PVC adalah penyerapan atau “hilang”nya obat dari kantong PVC:
- Kowaluk dkk. memeriksa interaksi antara 46 obat suntik dengan kantong infus Viaflex (PVC). Kajian memperlihatkan bahwa derajat penyerapan obat berbanding lurus dengan konsentrasi obat.
- Migrasi obat ke dalam kantong plastik bisa mengarah ke penurunan kadar obat di bawah kadar terapi dari insulin, vit A, asetat, diazepam dan nitrogliserin.
Reaksi Maillard
Walaupun bukan merupakan interaksi obat-obat, masalah ini perlu dikemukakan. Reaksi Maillard adalah reaksi kimia antara asam amino dengan gula pereduksi. Biasanya reaksi memerlukan panas. Seperti halnya karamelisasi, ini merupakan bentuk diskolorasi coklat yang bersifat non-enzimatik. Gugus karbonil yang reaktif dari gula bereaksi dengan gugus amino nukleofilik dari asam amino, untuk membentuk berbagai molekul yang menimbulkan berbagai warna dan aroma. Reaksi Maillard terjadi bila asam amino dan glukosa dikandung dalam satu wadah. Karena asam amino dan glukosa intravena perlu diberikan sekaligus, suatu pendekatan yang pintar adalah menghasilkan kantong dengan dua kamar di mana glukosa dan asam amino dipisah. Asam amino dan glukosa dicampur dulu sebelum diberikan ke pasien.
Referensi:
- Center for Drug Evaluation and Research (CDER). In Vivo Drug Metabolism/Drug Interaction Studies - Study Design, Data Analysis, and Recommendations for Dosing and Labeling. 1999
- Brazier NC, Levine MA. Drug-herb interaction among commonly used conventional medicines: a compendium for health care professionalsAmerican Journal of Therapeutics 2003; 10(3): 163-169
- http://www.drugs.com/drug_information.html
- Soo An Choi. The role of pharmacist in NST. Proceedings of 11th PENSA Congress. pp256-258.
- Kowaluk EA, Roberts MS, Blackburn HD, Polack AE. Interactions between drugs and polyvinyl chloride infusion bags. Am J Hosp Pharm.1981;38(9):1308-14
- Larry K. Fry and Lewis D. Stegink Formation of Maillard Reaction Products in Parenteral Alimentation Solutions J. Nutr. 1982 112: 1631-1637
- Stadler RH, Blank I, Varga N, Robert F, Hau J, Guy PA, Robert MC, Riediker S. Acrylamide from Maillard reaction products. Nature. 2002 Oct 3;419(6906):449-50.
Lampiran 1 Obat yang Menyebabkan Kelainan mikronutrien
|
↓ Kalsium
|
aminoglycosides, bisphosphonates, corticosteroids, H2 receptor antagonists, loop diuretics ; amphotericin B, antacids, carbamazepine, cholestyramine, cisplatin, colchicines, digoxin, doxycycline, ethosuximide, foscarnet, Mg oxide/sulfate, minocycline, oxcarbazepine, oxytetracycline, pentamidine, phenobarbital, phenytoin, primidone, Na phosphate, sucralfate, zelodronic acid, zonisamide
|
|
↑ Kalsium
|
antiestrogens, estrogens, thiazide diuretics ; aluminium intoxication, aminoiphylline, Ca carbonate, lithium
|
|
↓Magnesium
|
aminoglycosides, corticosteroids, estrogens, loop diuretics, oral contraceptives, tetracyclines,thiazide diuretics; amphotericin B, cholestyramine, cisplatin, cyclosporine, digoxin, foscarnet, hydralazine, methsuximide, pamidronate, penicillamine, raloxifene, Na phosphate, tacrolimus, zoledronic acid
|
|
↑Magnesium
|
Usually associated with intake > 6g/day, Mg-containing antacids/enemas
|
|
↓ Fosfor
|
Thiazide diuretics; alendronate, antacids (Al & Mg-containing), cholestyramine, digoxin, foscarnet, Mg oxide/sulfate, ,pamidronate, sucralfate, theophylline, zoledronic acid
|
|
↑ Fosfor
|
Etidronate, foscarnet, Na phosphate laxatives & enema
|
|
↓Kalium
|
Aminoglycosides, loop diuretics, penicillins, salicylates, thiazide diuretics, acetazolamide, amphotericin B, bisacodyl, cisplatin, colchicine, cyclosporine, enoxacin, foscarnet, hydralazine, levodopa, mannitol, pamidronate, Na bicarbonate & phosphates
|
|
↑ Kalium
|
ACE inhibitors, angiotensin, receptor blockers, beta-adrenergic blochers, NSAIDs, Kalium sparing diuretics ; cyclosporine, heparin, hypertonic solutions, lithium, pentamidine, succinylcholine
|
|
↓ Natrium
|
Aminoglicosides, loop diuretics, Kalium sparing diuretics, thiazide diuretics, salicylates ; acetazolamide, amphotericin B, bisacodyl, captopril, colchicine, foscarnet
|
|
↑ Natrium
|
Hypertonic IV solution, mannitol, Na penicillin G, Na phosphate laxative & enemas
|
|
↓ Zink
|
ACE inhibitors, corticosteroids, diuretics, estrogens, oral contraceptives, H2 receptor antagonists, reverse transcriptase inhibitors ; cholestyramine, ethambutol, hydralazine, penicillamine
|
|
↓ Klorida
|
Thiazide diuretics, loop diuretics
|
|
↑ Klorida
|
Spironolactone, triamterene
|
Lampiran 2 Deplesi Nutrien karena Obat
|
Kelas Obat
|
Deplesi Nutrien
|
|
5-aminosalacylic acid derivatives
|
Asam folat
|
|
ACE inhibitors
|
Zink
|
|
Aminoglycosides
|
Mg, K, Ca, Na
|
|
Barbiturates
|
Biotin, Ca, Asam folat, Vitamin D & K
|
|
Corticosteroids
|
Ca, Asam folat, Mg, K, Selenium, Vit C & D, Zink
|
|
Estrogens
|
Mg, vitamin B2/B6 & C, Zink
|
|
H2 receptor antagonists
|
Ca, Asam folat, Iron, Vitamin B12 & D, Zink
|
|
Loop diuretics
|
Ca, Mg, K, Na, Vitamin B1/B6 & C, Zink
|
|
Magnesium and aluminium antacids
|
Ca, P
|
|
NSAIDs
|
Asam folat
|
|
Oral contraceptives
|
Asam folat, Mg, Tryptophan, Tyrosine, Vitamin B2/B3/B6/B12 & C, Zink
|
|
Proton pump inhibitors
|
Vitamin B12
|
|
Reverse transcript inhibitors
|
Carnitine, Copper, Vitamin B12, Zink
|
|
Thiazides diuretics
|
Mg, P, K, Na, Zink
|
|
Tricyclic antidepressants
|
Vitamin B2
|
|
Macam-macam obat
|
Deplesi nutrien
|
|
Acetaminophen
|
Glutathione
|
|
Amphotericin B
|
Ca, Mg, K, Na
|
|
Aspirin
|
Asam folat, Iron, K, Na, Vitamin C
|
|
Bisacodyl
|
K, Na
|
|
Chlorpromazine
|
Vitamine B2
|
|
Cholestyramine
|
Beta-carotene, Ca, Asam folat, Iron, Mg, P,
Vitamin A/B12/D/E/K, Zink
|
|
Cisplatin
|
Ca, Mg, K
|
|
Clonidine
|
Zink
|
|
Colchicine
|
Beta-carotene, Ca, K, Na, Vitamin B12
|
|
Colestipol
|
Beta-carotene, Asam folat, Iron, Vitamin A/B12/D/E
|
|
Cyclosporine
|
Mg, K
|
|
Digoxin
|
Ca, Mg, P, Vitamin B1
|
|
Fenofibrate
|
Vitamin E
|
|
Foscarnet
|
Ca, Mg, P, K
|
|
Gemfibrozil
|
Vitamin E
|
|
Hydralazine
|
Vitamin B6
|
|
Indomethacin
|
Asam folat, Iron
|
|
Levodopa
|
K
|
|
Metformin
|
Asam folat, Vitamin B12
|
|
Methotrexate
|
Asam folat
|
|
Methyldopa
|
Zink
|
|
Orlistat
|
Beta-carotene, Vitamin D & E
|
|
Penicillamine
|
Copper, Mg, Vitamin B6, Zink
|
|
Kalium Klorida (timed-release)
|
Vitamin B12
|
|
Primidone
|
Biotin, Asam folat, Vitamin D & K
|
|
Raloxifene
|
Mg, Vitamin B2/B6/C, Zink
|
|
Salsalate
|
Asam folat
|
|
Theophylline
|
P, Vitamin B1/B6
|
|
Thioridazine
|
Vitamin B2
|
|
Triamterene
|
Ca, Asam folat, Zink
|
|
Asam valproat
|
Carnitine, Asam folat
|
|
Zonisamide
|
Biotin, Inositol, Vitamin B1/B2/B3/B6/B12 & K
|
Lampiranx 3 Interaksi Obat-Makanan yang bermakna klinis
|
Obat
|
Interaksi
|
Akibat klinis yang mungkin
|
|
Tetrasiklin
|
Penurunan ketersediaanhayati dengan susu dan produk susu
|
Gagal terapi
|
|
Siprofloksasin
|
Penurunan ketersediaanhayati dengan susu dan produk susu
|
Gagal terapi
|
|
Azitromisin
|
Penurunan ketersediaanhayati dg makanan
|
Gagal terapi
|
|
Itrakonazol
|
Penurunan ketersediaanhayati dg makanan
|
Mungkin Gagal terapi
|
|
Penisilamin
|
Penurunan ketersediaanhayati dg makanan
|
Gagal terapi
|
|
Didanosin
|
Makanan mengurangi ketersediaanhayati
|
Gagal terapi
|
|
Indinavir
|
Makanan mengurangi ketersediaanhayati
|
Gagal terapi
|
|
Saquinavir
|
Garlic (allicin) mengurangi ketersediaanhayati
|
Aktivitas antiviral berkurang
|
|
Atiovaquone
|
Makanan meningkatkan ketersediaanhayati
|
Khasiat bertambah bila bersama makan
|
|
Lovodopa
|
Protein mengurangi transpor ke otak
|
Menurunkan khasiat
|
|
Teofilin
|
Makanan lemak meningkatkan penyerapan
|
Kemungkinan toksisitas
|
|
Warfarin
|
Makanan kaya Vitamin K melawan efek antikoagulans
|
menurunkan efek antikoagulasi
|
|
Siklosporin
|
Makanan dan sari grapefruit meningkatkan kadar plasma
|
mungkin toksisitas
|
|
Alendronate
|
Makanan mengurangi ketersediaanhayati
|
Gagal terapi
|
|
Penghambat MAO
|
Meningkatkan kadar tiramin
|
Krisis hipertensi
|
|
Terfanadin
|
Sari Grapefruit meningkatkan ketersediaanhayati
|
Kadar plasma bertahan lebih lama
|
|
Felodipin
|
Makanan meningkatkan ketersediaanhayati
|
Efek samping lebih besar
|
|
Diuretik
|
Makanan mengurangi ketersediaanhayati
|
Gagal terapi
|
|
Spironolakton
|
Makanan mengurangi ketersediaanhayati
|
Khasiat bertambah bila bersama makan
|
|
Propranolol
|
Makanan menambah ketersediaanhayati
|
Efek samping bertambah
|
Dr. Iyan Darmawan
Medical Director
iyan@ho.otsuka.co.id
|
|