| |
Jakarta, 28 May 2010
Bronkitis Akut pada Anak
Bronkitis Akut pada Anak
Bronkitis akut merupakan suatu sindroma klinis yang disebabkan oleh karena adanya proses inflamasi pada trakea, bronkus, dan bronkiolus. Pada anak-anak, bronkitis akut selalu muncul dalam kaitannya dengan infeksi virus pada saluran nafas (kira-kira 90%) dan sangat jarang disebabkan oleh karena infeksi bakteri (hanya 10%).1
Gejala klinis yang sering muncul pada bronkitis akut adalah batuk dan produksi mukus yang sering kali diikuti oleh infeksi saluran nafas bagian atas. Dan sekali lagi, hal ini terjadi karena respon inflamasi pada membran mukosa pada bronkus akibat infeksi virus.2,3
Penyebab bronkitis akut yang paling sering pada anak-anak adalah virus seperti adenovirus, rhinovirus, respiratory syncytial virus, dsbnya. Dan infeksi sekunder bakteri pada saluran nafas bagian atas (sangat jarang) seperti S.pneumoniae, M.catarrhalis, H.influenzae, dsbnya.1
Secara umum, bronkitis akut dapat sembuh sendiri secara komplit dalam waktu 10 -14 hari setelah munculnya gejala pertama kali.
Klirens mukosilier merupakah salah satu mekanisme pertahanan yang penting dalam melindungi paru-paru dari efek berbahaya zat-zat polutan, allergen, dan patogen.4
Disfungsi dari mukosilier merupakan gambaran yang umum terjadi pada penyakit-penyakit saluran nafas pada manusia.
Pengobatan dengan antibiotika tidak direkomendasikan pada bronkitis akut kecuali sudah teridentifikasi dengan adanya kuman patogen. Obat beta-2 agonis dapat dipertimbangkan karena mempunyai keunggulan dalam mengurangi gejala dan telah menunjukkan keefektifannya dalam menghambat infeksi rhinovirus pada sel epitel saluran nafas manusia.5
Meptin® merupakan suatu obat beta-2 agonis yang mengandung zat aktif prokaterol.
Meptin® digolongkan sebagai bronkodilator yang sangat poten dan memiliki durasi kerja yang panjang dengan struktur kimia yang unik yaitu gugus etil, karbostiril dan isopropil yang menjadikan obat ini mempunyai selektivitas dan afinitas yang kuat terhadap reseptor beta-2. Meptin® memiliki kerja sebagai antiinflamasi, anti alergi dan dapat meningkatkan aktivitas pergerakan mukosilier. Sebagai obat yang memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi dan anti alergi, Meptin® mampu mencegah degranulasi dari sel-sel inflamasi seperti sel mast, eosinofil, neutrofil, dan mampu mencegah pelepasan mediator-mediator proinflamasi seperti histamin, leukotrien dan prostaglandin.
Sebagai beta-2 agonis yang poten, selain mempunyai efek anti-inflamasi dengan cara mengurangi hiperresponsif bronkus, Meptin® mempunyai keunggulan dalam meningkatkan klirens mukosilier dan meningkatkan aktivitas mukosilier.
Meptin® diindikasikan untuk pengobatan asma bronkial, bronkitis akut dan kronis, emfisema paru dan bronkitis yang menyerupai asma.
Meptin® sangat efektif, bukan hanya meningkatkan aktivitas pergerakan mukosilier, mengurangi episode ‘exercise-induced asthma’, mencegah asma nokturnal, tetapi juga efektif dalam mencegah batuk kronik berulang pada anak-anak.
Meptin® juga mempunyai efek menghambat infeksi rhinovirus pada sel epitel saluran nafas pada manusia.
Referensi :
- Carolan P., Callahan C. Bronchitis – Acute and Chronic. eMedicine from WebMD. Updated May, 2010.
- Brodzinski H, Ruddy RM. Review of new and newly discovered respiratory tract viruses in children . Pediatr Emerg Care. May 2009 ;25(5) :352-60.
- Miron D, Srugo I, Kra-Oz Z, et al. Sole pathogen in acute bronchiolitis : is the a role for other organisms apart from respiratory syncytial virus ? Pediatr Infect Dis J. Jan 2010 ;29(1) :e7-e10.
- Voynow JA, Rubin BK. Mucins, mucus, and sputum. Chest. Feb 2009 ;135(2) :505-12.
- Incurable diseases conquest project funded by the Ministry of Health, Labor and Welfare : Research study on respiratory failure in 2005, p77-80 March 2006
Dr. Philip Darmawan, MKT
Medical Advisor
pdsony@ho.otsuka.co.id
|
|