Perkantoran Hijau Arkadia, Tower A, Lt. 3
Jl. Letjen. TB. Simatupang Kav. 88 Jakarta 12520 Indonesia
Tel. : (021) 782-7660 (Hunting) Fax. : (021) 782-7663/4
Indonesia | English



Article
 
 

Jakarta, 29 Apr 2010

Ekstravasasi & Infiltrasi

 

Dalam konteks terapi cairan atau infusi, ekstravasasi berarti keluarnya cairan infus dari pembuluh darah ke jaringan sekitar.  Namun eksplorasi lebih rinci menjelaskan definisi sebagai berikut:

  • Ekstravasasi- Pemberian tanpa sengaja larutan atau obat yang bersifat vesicant (menyebabkan lepuhan dan nekrosis) ke jaringan sekitar tempat masuk.
  • Infiltrasi - Pemberian tanpa sengaja larutan atau obat yang tidak bersifat vesicant (menyebabkan lepuhan dan nekrosis) ke jaringan sekitar tempat masuk.
  • Iritan – Zat yang memiliki potensi menyebabkan iritasi jaringan jika terjadi ekstravasasi.
  • Nonvesicant – Larutan/obat yang tidak menyebabkan lepuhan kulit (blister) bila terjadi infiltrasi.
  • Vesicant - Larutan/obat yang  menyebabkan lepuhan kulit (blister) bila terjadi ekstravasasi.

Pembedaan antara infiltrasi dan ekstravasi penting karena strategi manajemen untuk masing-masing situasi berbeda satu dengan lainnya.

Tanda umum infiltrasi adalah:
  • Edema pada akses masuk
  • Kulit kencang atau teregang
  • Kulit memutih atau dingin
  • Infius melambat atau berhenti
  • Cairan  I.V. bocor keluar akses masuk

Kerusakan jaringan

Zat Vesicant, sesuai definisinya, memiliki potensi mengakibatkan kerusakan jaringan bila terjadi ekstravasasi.  Seperti halnya tanda-tanda dini, luas kerusakan jaringan bisa sangat bervariasi di antara berbagai regimen dan pasien.

Kerusakan jaringan ini bisa bersifat progresif, dan dapat terjadi perlahan-lahan dengan hanya sedikit nyeri. Indurasi (pengerasan) atau pembentukan ulkus bukan merupakan kejadian seketika-karena perlu waktu untuk berkembang. Umumnya kerusakan jaringan bermula dengan munculnya peradangan dan lepuhan di dekat tempat suntikan.

Bergantung pada obat dan faktor-faktor lain, ini bisa berlanjut menjadi ulserasi dan pada sebagian kasus berkembang menjadi nekrosis jaringan setempat.  Nekrosis kadang bisa demikian hebat sehingga tidak bisa disembuhkan dan perlu tindakan bedah.

Pemilihan vena pada pemberian perifer

Pemilihan vena untuk pemberian infus sangat penting dalam pencegahan ekstravasasi. Cari vena yang terbesar, lentur dan lunak untuk mencegah komplikasi. Beberapa pedoman umum mencakup:
  • Gunakan vena lengan bawah, JANGAN punggung tangan
  • Hindari vena kecil dan rapuh
  • Hindari pemasangan pada anggota gerak dengan limfedema atau paralisis
  • Hindari vena dipersendian, tendon,saraf atau arteri
  • Hindari fosa antekubiti (area dekat siku)

Manajemen dini ekstravasasi.

Langkah 1 Hentikan infus seketika. JANGAN cabut kanula pada titik waktu ini.



Langkah 2 Lepas selang infus (bukan kanula/jarum).



Langkah 3 Tinggalkan kanula/jarum ditempatnya dan coba sedot sebanyak mungkin obat dari kanula dengan spuit 10 mL.  Hindari penekanan manual ke lokasi ekstravasasi yang dicurigai.



Langkah 4 Beri tanda kawasan yang terkena dan ambil foto



Langkah 5 Lepas kanula/jarum.



Langkah 6 Ambil extravasation kit (jika ada), beritahu dokter jaga dan minta petunjuk tim khemoterapi atau dokter senior.



Langkah 7 Berikan analgetik jika dibutuhkan. Lengkapi dokumentasi yang diperlukan.


Manajemen lanjutan

Jika obat bersifat non-vesicant,  pemakaian kompres dingin sederhana dan peninggian lengan cukup untuk membatasi pembengkakan dll. Sebaliknya, ekstravasasi zat vesicant memerlukan beberapa langkah dan berbeda menurut berbagai kelas obat. Ada dua pendekatan untuk membatasi kerusakan yang disebabkan ekstravasasi: 1) lokalisir dan netralisir;atau 2) sebar (dispersi) dan pengenceran.



Strategi lokalisir dan netralisir
  • Gunakan kompres dingin untuk membatasi penyebaran infusat. Dulu dikira dingin membatasi penyebaran melalui vasokonstriksi. Pada model hewan, ternyata dingin mencegah penyebaran dengan mekanisme selain vasokonstriksi. Ini memberi kesan penurunan ambilan obat ke dalam sel pada suhu dingin
  • Pertimbangkan penggunaan antidotum untuk melawan kerja zat vesicant.


Strategi Sebar (Dispersi) dan pengenceran
  • Cocok untuk ekstravasasi alkaloid vinca
  • Gunakan kompres hangat untuk merangsang vasodilatasi dan memacu aliran darah dalam jaringan, sehingga menyebarkan infusat
  • Pertimbangkan penggunaan hyaluronidase untuk mengencerkan infusat


KESIMPULAN

Pengenalan dan pembedaan infiltrasi dan ekstravasasi harus dianggap sebagai aspek penting dalam pemantauan terapi infus dan pemberian obat parenteral. Pada kejadian infiltrasi manajemen yang cocok umumnya adalah “dilute and disperse” sedangan pada ekstravasasi (zat vesicant) gunakan  strategi ”localise and neutralise”

Referensi:
  1. Wengström Y, Margulies A. European Oncology Nursing Society extravasation guidelines. European Journal of Oncology Nursing (2008) 12, 357–361
  2. Schulmeister L. Extravasation Management. Seminars in Oncology Nursing, Vol 23, No 3 (August), 2007: pp 184–190
  3. Wiegand R,  Brown J. Hyaluronidase for the management of dextrose extravasation American Journal of Emergency Medicine (2010) 81, 257.e1–257.e2

 

Dr. Iyan Darmawan
Medical Director
iyan@ho.otsuka.co.id

 
     
  Artikel Lainnya  
 

28 Jul 2010 | Article

Dukungan Nutrisi pada Gagal Ginjal Kronik


28 Jul 2010 | Article

Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOK)


28 Jul 2010 | Article

Antipsikotik dan penambahan berat badan


29 Jun 2010 | Article

Letih, gejala tersembunyi pada pasien rawat-inap


28 Jun 2010 | Article

Dukungan Nutrisi Pada Pasien Sepsis


 
     

 
 
 

Bagaimana menurut anda situs Otsuka ini ?

  

  

  

  

  

Getting poll results. Please wait...
 
  SELL BUY
USD9080.008930.00
SGD6751.506616.50
HKD1169.101147.80
AUD8282.658110.65
JPY108.17105.36
EUR11669.8011449.80

9/3/2010 15:51 WIB



Corporate eMail
 
This site has been accessed 1308575
times
 

 

All Right Reserver by Otsuka PT.