| |
Jakarta, 28 Apr 2010
Asma (Uraian Singkat)
Asma adalah suatu gangguan inflamasi kronik saluran napas yang melibatkan banyak sel dan elemennya. Asma merupakan problem kesehatan di dunia dan diperkirakan ada 300 juta penderita yang terlibat. Angka prevalensi meningkat di banyak negara terutama pada anak-anak. Proses inflamasi kronik ini menyebabkan peningkatan hiper-responsif jalan napas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk-batuk terutama malam atau dini hari. Episodik tersebut berhubungan dengan obstruksi jalan napas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversible dengan atau tanpa pengobatan.
Manifestasi klinis asma dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Beratnya penyakit asma bisa berubah sejalan dengan waktu, dan tidak saja bergantung pada beratnya penyakit, tetapi juga pada respon terhadap pengobatan.
Pengukuran fungsi paru dengan menggunakan spirometri dan arus puncak ekspirasi memberikan suatu penilaian akan beratnya gangguan pada jalan napas, reversibilitas penyakit, variabilitas penyakit dan juga kepastian diagnosis terhadap asma.
Tujuan pengobatan asma adalah untuk mencapai dan mempertahankan suatu asma yang terkontrol secara klinis.
Asma terkontrol didefinisikan sebagai tidak adanya serangan di siang hari (dua kali atau kurang per minggu), tidak ada pembatasan aktitivitas harian, termasuk pekerjaan, tidak ada serangan di malam hari atau terbangun karena asma, tidak perlu pengobatan pelega (dua kali atau kurang per minggu), fungsi paru yang normal atau mendekati normal, dan tidak ada eksaserbasi.
Asma secara efektif dapat dikontrol dengan cara menekan ataupun mengurangi proses inflamasi disamping mengatasi bronkokonstriksi dan gejala yang berkaitan.
Obat-obatan yang diberikan untuk mengobati asma dapat digolongkan menjadi obat pelega dan pengendali. Obat pengendali adalah obat yang diberikan setiap hari untuk jangka panjang yang bertujuan untuk mempertahankan asma dalam kondisi terkontrol melalui efek anti inflamasi obat tersebut. Obat-obat pengendali mencakup glukokortikosteroid inhalasi maupun sistemik, leucotriene modifiers, ß-2 agonis inhalasi kerja lama yang dapat dikombinasikan dengan glukokortikosteroid inhalasi, teofilin lepas-lambat, kromolin, anti Ig-E, dan obat steroid sistemik lainnya. Glukokortikosteroid inhalasi yang tersedia saat ini adalah obat pengendali yang paling efektif. Obat pelega adalah obat-obat yang digunakan bilamana diperlukan untuk mengatasi kondisi bronkokonstriksi, dan sekaligus menghilangkan gejala-gejala yang timbul. Obat-obat pelega mencakup obat ß-2 agonis inhalasi kerja cepat, antikolinergik inhalasi, teofilin kerja singkat, dan ß-2 agonis oral kerja singkat.
Meptin® merupakan suatu obat beta-2 agonis yang mengandung zat aktif prokaterol.
Meptin® digolongkan sebagai bronkodilator yang sangat poten dan memiliki durasi kerja yang panjang dengan struktur kimia yang unik yaitu gugus etil, karbostiril dan isopropil yang menjadikan obat ini mempunyai selektivitas dan afinitas yang kuat terhadap reseptor beta-2. Meptin® memiliki kerja sebagai antiinflamasi, anti alergi dan dapat meningkatkan aktivitas pergerakan mukosilier. Sebagai obat yang memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi dan anti alergi, Meptin® mampu mencegah degranulasi dari sel-sel inflamasi seperti sel mast, eosinofil, neutrofil, dan mampu mencegah pelepasan mediator-mediator proinflamasi seperti histamin, leukotrien dan prostaglandin.
Meptin® diindikasikan untuk pengobatan asma bronkial, bronkitis akut dan kronis, emfisema paru dan bronkitis yang menyerupai asma.
Meptin® sangat efektif, bukan hanya meningkatkan aktivitas pergerakan mukosilier, mengurangi episode ‘exercise-induced asthma’, mencegah asma nokturnal, tetapi juga efektif dalam mencegah batuk kronik berulang pada anak-anak.
Referensi :
The GINA Reports/The Global Strategy for Asthma Management and Prevention (Updated 2009).
Dr. Philip Darmawan, MKT
Medical Advisor
pdsony@ho.otsuka.co.id
|
|