Perkantoran Hijau Arkadia, Tower A, Lt. 3
Jl. Letjen. TB. Simatupang Kav. 88 Jakarta 12520 Indonesia
Tel. : (021) 782-7660 (Hunting) Fax. : (021) 782-7663/4
Indonesia | English



Article
 
 

Jakarta, 28 Dec 2009

Peran Pletaal pada penyakit cerebrovascular

Peran Pletaal pada penyakit cerebrovascular

Resiko kejadian cerebrovaskular pada pasien dengan penyakit pembuluh darah perifer  ringan maupun sedang,  adalah bermakna. Analisa post hoc dari CASTLE  diambil untuk mengevaluasi penggunaan Pletaal  pada kejadian cerebrovaskular pada 1435 pasien dengan penyakit oklusi arteri perifer yang ringan maupun sedang. Semua kejadian cerebrovaskular pada penelitian ini disertakan (stroke, transient ischemic attackd an carotid revascularization). Analisa Kaplan Meier digunakan untuk evaluasi statistik.
Rata- rata semua kejadian cerebrovascular 4,6% (67 dari 1435 pasien) dengan follow-up rata- rata 515 hari. Kejadian ischemic vascular lebih sering terjadi (2.5%) dibandingkan kejadian hemoragik (0,3%;p<0.05). Kelompok plasebo memperlihatkan resiko yang lebih besar untuk kejadian kejadian cerebrovaskular  (6.1%; 43 dari 718 pasien) dibandingkan kelompok yang mendapat terapi Pletaal (3.2%; 24 dari 717 pasien; p<0.05). Pada penelitian ini resiko faktor untuk cerebrovaskular sama pada kedua kelompok (1).

Kami menyimpulkan Pletaal mempunyai keuntungan mencegah stroke pada pasien dengan penyakit arteri perifer. Selain pada pasien dengan penyakit arteri perifer, penggunaan Pletaal pada pasien dengan penyakit jantung koroner maupun penyakit cerebrovaskular/ stroke  juga memperlihatkan pengurangan resiko yang bermakna untuk kejadian cerebrovaskular/stroke.

Data dari 12 penelitian randomized control, yang melibatkan 5674 pasien, dianalisa dengan tujuan akhir (end points) : kejadian cerebrovaskular, jantung dan kejadian perdarahan mayor.
Data berasal dari 3782 pasien dengan penyakit arteri perifer, 1187 dengan penyakit cerebrovaskular dan 705 dengan coronary stenting. Kejadian vascular lebih rendah bermakna pada kelompok Pletaal dibanding kelompok plasebo (resiko relatif (RR) 0.86;95% CI confidence interval ,0.74-0.99; p=0.038. Ini terutama dipengaruhi oleh penurunan yang bermakna dari kejadian cerebrovaskular pada kelompok Pletaal (RR o.58; 95%CI, 0.43-0.78; p<0.001).
Tidak ada perbedaan yang bermakna untuk kejadian jantung koroner antar kedua kelompok (RR 0.99;95% CI, 0.83-1.17; p=0.908) juga untuk komplikasi perdarahan yang serius (RR, 1.00; 95%CI, 0.66-1.51; p=0.996 ) (2)

Pengobatan dengan penghambat PDE 3 (Pletaal) dapat mengurangi resiko kejadian cerebrovaskular pada pasien atherothrombosis (Penyakit arteri perifer, stroke , jantung koroner) dan tidak meningkatkan resiko perdarahan.

Referensi :

  1. Stone WM et al. Type 3 phosphodiesterase inhibitors may be protective against cerebrovascular events in     patients  with claudication. J stroke cerebrovasc dis 2008 May-Jun;17(3):129-33.
  2. Uchiyama S et al. Stroke prevention by cilostazol in patients with atherothrombosis: meta-analysis of placebo-controlled randomized trials. J Stroke Cerebrovasc2009 Nov-Dec;18(6):482-90.

 

 

Dr. Elizabeth Jonosewojo
Ass. Medical Director
elizabet@ho.otsuka.co.id

 
     
  Artikel Lainnya  
 

29 Jul 2010 | Article

Hipoglikemia pada Anak dan Neonatus


28 Jul 2010 | Article

Dukungan Nutrisi pada Gagal Ginjal Kronik


28 Jul 2010 | Article

Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOK)


28 Jul 2010 | Article

Antipsikotik dan penambahan berat badan


29 Jun 2010 | Article

Letih, gejala tersembunyi pada pasien rawat-inap


 
     

 
 
 

Bagaimana menurut anda situs Otsuka ini ?

  

  

  

  

  

Getting poll results. Please wait...
 
  SELL BUY
USD9080.008930.00
SGD6761.556625.55
HKD1169.351148.05
AUD8327.108154.10
JPY108.85106.02
EUR11533.7511315.75

9/8/2010 16:03 WIB



Corporate eMail
 
This site has been accessed 1318407
times
 

 

All Right Reserver by Otsuka PT.