Perkantoran Hijau Arkadia, Tower A, Lt. 3
Jl. Letjen. TB. Simatupang Kav. 88 Jakarta 12520 Indonesia
Tel. : (021) 782-7660 (Hunting) Fax. : (021) 782-7663/4
Indonesia | English



Article
 
 

Jakarta, 28 Dec 2009

Pentingnya enteropati akibat pemakaian OAINS

Pentingnya enteropati akibat pemakaian OAINS


Efek-efek yang mengganggu akibat pemakaian obat-obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) pada lambung dan duodenum sudah tidak dapat dipungkiri dan telah banyak dilaporkan. Akan tetapi, efek dari obat ini pada tempat yang lebih distal dari usus halus (enteropati akibat OAINS/NSAID Enteropathy) belum begitu luas dipublikasikan walaupun pada kenyataannya usus halus lebih mudah mengalami kerusakan akibat OAINS dibandingkan dengan lambung.1,2

Banyak alasan telah dikemukakan dalam hal ketidakwaspadaan terhadap enteropati akibat pemakaian OAINS. Alasan terpenting dalam mengabaikan kepentingan secara klinis dari enteropati akibat pemakaian OAINS ini adalah kesulitan dalam hal mendiagnosis. Pada umumnya keadaan ini bersifat asimptomatis dan sampai saat ini diagnosis hanya dapat dilakukan dengan beberapa metode yang belum tersedia secara luas seperti Cr-EDTA tests, indium-labelled leucocyte technique, faecal calprotectin measurements, enteroscopy dan yang terakhir dengan menggunakan tehnik capsule endoscopy.3

Oleh sebab itu, hal terpenting yang dilakukan oleh perusahaan farmasi yang berminat pada obat-obatan yang bersifat gastroprotektif sudah lebih waspada dalam pengenalan dini efek samping yang dapat ditimbulkan pada saluran cerna akibat pemakaian OAINS.

Penting untuk dicatat bahwa inhibisi pada enzim COX-1 yang selektif tidak akan berakibat pada kerusakan saluran cerna. Sudah jelas bahwa teori-teori yang berlaku saat ini mengenai fungsi “housekeeping” dari COX-1 dan peranan dari COX-2 pada inflamasi menunjukkan bahwa inhibisi pada enzim COX-2 selektif akan berakibat pada kerusakan di usus halus (lambung tidak terpengaruh).
Patogenesa kerusakan pada saluran cerna akibat pemakaian OAINS sekarang dapat dijelaskan terjadi akibat kombinasi dari inhibisi pada enzim COX-1 (hambatan pada aliran darah mukosa), inhibisi pada enzim COX-2 (melalui mekanisme imun yang belum diketahui), dan efek topical dari OAINS itu sendiri.4 Secara bersama-sama hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada integritas mukosa. Akibat terpapar dengan asam dan pepsin pada lambung dapat menyebabkan erosi dan ulkus dengan peranan tambahan dari kuman Helicobacter pylori. Peningkatan permeabilitas pada usus halus dan paparan mukosa dengan asam empedu dan bakteri dapat mengakibatkan terjadinya inflamasi, erosi, dan ulkus.
Mucosta® adalah obat anti-gastritis, anti-gastropati yang mengandung zat aktif rebamipide dengan berat molekul 370,79. Mucosta® digolongkan sebagai obat anti-inflamasi karena mengobati inflamasi di mukosa saluran cerna dengan cara menghambat pelepasan radikal bebas superoksida dan mengeliminasi radikal bebas hidroksil radikal serta menghambat pelepasan sitokin inflamasi seperti IL-8, TNF-α, IL-1β. Selain itu, Mucosta® sebagai obat gastroprotektif yang dapat meningkatkan prostaglandin endogen, dapat menurunkan angka kekambuhan ulkus, menjaga ketahanan mukosa lambung dan memperbaiki kerusakan jaringan melalui regulasi sistem biologik yang dimiliki lambung itu sendiri. Mucosta® meningkatkan sintesis prostaglandin endogen yang akan meningkatkan mekanisme pertahanan mukosa saluran cerna terhadap faktor-faktor agresif seperti asam lambung, infeksi kuman H.pylori, NSAID, dan stressor lainnya.

Mucosta® dianjurkan dalam penatalaksanaan gastritis, gastropati (misalnya akibat NSAIDS, steroid, atau antibiotik), ulkus lambung, dan mengatasi lesi akut mukosa saluran cerna akibat pemakaian NSAIDs, steroid, antibiotik, dan lain-lain. Obat ini mempunyai daya penetrasi yang kuat ke dalam jaringan mukosa saluran cerna dengan absorpsi ke dalam darah yang minimal.
Mucosta® tidak berinteraksi dan tidak mengganggu absorpsi obat lain yang sering diberikan bersamaan (misalnya, NSAIDs, antibiotik) sehingga tidak menganggu efektivitas obat tersebut.

Mucosta® sangat efektif, bukan hanya mencegah terjadinya lesi pada mukosa lambung (gastropati), tetapi dapat juga mengatasi terjadinya lesi pada mukosa usus halus (enteropati).

Mucosta® merupakan obat pilihan utama pada gastropati dan enteropati akibat pemakaian OAINS.


Referensi :

  1. Smale S, Tibble J, Sigthorsson G, et al. Epidemiology and differential diagnosis of NSAID-induced injury to the mucosa of the small intestine. Best Pract Res Clin Gastroenterol 2001 ;15 :723-38.
  2. Fortun PJ, Hawkey CJ. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs and the small intestine. Curr Opin Gastroenterol 2005 ;21 :169-75.
  3. Adebayo D, Bjarnason I. Is non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) enteropathy clinically more important than NSAID gastropathy ? Postgrad Med J 2006;82:186-191.
  4. Whittle BJR. Mechanisms underlying intestinal injury induced by anti-inflammatory COX inhibitors. Eur J Pharmacol 2004;500:427-39.

 

Dr. Philip Darmawan, MKT
Medical Advisor
pdsony@ho.otsuka.co.id

 
     
  Artikel Lainnya  
 

29 Jul 2010 | Article

Hipoglikemia pada Anak dan Neonatus


28 Jul 2010 | Article

Dukungan Nutrisi pada Gagal Ginjal Kronik


28 Jul 2010 | Article

Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOK)


28 Jul 2010 | Article

Antipsikotik dan penambahan berat badan


29 Jun 2010 | Article

Letih, gejala tersembunyi pada pasien rawat-inap


 
     

 
 
 

Bagaimana menurut anda situs Otsuka ini ?

  

  

  

  

  

Getting poll results. Please wait...
 
  SELL BUY
USD9080.008930.00
SGD6746.506611.50
HKD1169.851148.55
AUD8300.808127.80
JPY108.89106.06
EUR11635.3011416.30

9/7/2010 14:52 WIB



Corporate eMail
 
This site has been accessed 1312562
times
 

 

All Right Reserver by Otsuka PT.