Perkantoran Hijau Arkadia, Tower A, Lt. 3
Jl. Letjen. TB. Simatupang Kav. 88 Jakarta 12520 Indonesia
Tel. : (021) 782-7660 (Hunting) Fax. : (021) 782-7663/4
Indonesia | English



Article
 
 

Jakarta, 28 Apr 2009

Inflamasi Akut dan Kronik sebagai Proses Kunci Cidera Mukosa - Bagian 4



Inflamasi Kronik

Berlainan dengan inflamasi akut, yang mana ditandai oleh perubahan vascular, edema dan sejumlah besar infiltrasi sel netrofilik, inflamasi kronik ditandai oleh (i) infiltrasi sel-sel mononuclear, antara lain makrofag, limfosit, dan sel-sel plasma; (ii) kerusakan jaringan, yang sebagian besar disebabkan oleh sel-sel inflamasi; dan (iii) perbaikan jaringan yang mencakup proliferasi pembuluh-pembuluh darah baru dan fibrosis. Inflamasi kronik bisa terjadi setelah inflamasi akut.

Markofag merupakan salah satu komponen system fagosit mononuclear, yang mana mencakup sel-sel monosit dalam darah, dan juga sel makrofag jaringan. Paruh usia dari monosit yang bersirkulasi adalah kurang lebih 1 hari; dibawah pengaruh dari factor-faktor adhesi dan kemotaktik, makrofag beremigrasi menuju tempat cedera dalam waktu 24-48 jam setelah terjadi inflamasi akut. Bila sel monosit sudah mencapai jaringan ekstra vascular, sel monosit akan mengalami proses transformasi menjadi makrofag, dan menjadi aktif. Sinyal-sinyal pengaktivasi mencakup sitokin yang disekresikan oleh sel-sel limfosit T tersensitisasi, endotoksin kuman, berbagai mediator yang dihasilkan selama inflamasi akut. Setelah teraktivasi, makrofag akan mensekresikan berbagai senyawa aktif biologis seperti asam dan protease, komponen-komponen komplemen, reactive oxygen species, NO, eikosanoid, dan sitokin.

Sel-sel jenis lain yang juga dapat ditemukan pada proses inflamasi kronik adalah limfosit, sel-sel plasma, dan eosinofil. Limfosit T dan limfosit B, keduanya akan bermigrasi ke tempat inflamasi dengan cara adhesi dan juga menggunakan kemokin yang menarik monosit juga. Sel-sel plasma adalah bentuk diferensi terakhir dari aktivasi sel B; sel B dapat memproduksi antibody yang langsung dapat diarahkan pada antigen di tempat tempat inflamasi. Eosinofil ditemukan pada tempat peradangan akibat infeksi parasite, atau sebagai bagian dari reaksi imun yang dicetuskan oleh IgE, biasanya berkaitan dengan reaksi alergi.

Mucosta adalah obat anti-gastritis dan gastropati yang mengandung zat aktif rebamipide dengan berat molekul 370,79. Mucosta digolongkan sebagai obat anti-inflamasi karena mengobati inflamasi di mukosa saluran cerna dengan cara menghambat pelepasan radikal bebas superoksida dan mengeliminasi radikal bebas hidroksil radikal serta menghambat pelepasan sitokin inflamasi. Selain itu, Mucosta merupakan gastrobioregulator yang dapat menjaga ketahanan mukosa lambung dan memperbaiki kerusakan jaringan melalui regulasi sistem biologik yang dimiliki lambung itu sendiri.

Mucosta dianjurkan dalam penatalaksanaan gastritis, gastropati (misalnya akibat NSAIDS, steroid, atau antibiotik), ulkus lambung, dan pencegahan lesi akut mukosa saluran cerna akibat pemakaian NSAIDs, steroid, antibiotik, dan lain-lain. Obat ini mempunyai daya penetrasi yang kuat ke dalam jaringan mukosa saluran cerna dengan absorpsi ke dalam darah yang minimal. Mucosta tidak berinteraksi dan tidak mengganggu absorpsi obat lain yang sering diberikan bersamaan (misalnya, NSAIDs, antibiotik) sehingga tidak menganggu efektivitas obat tersebut.

Referensi :

  1. Sobala GM., et al. Acute Helycobacter pylori infection : Clinical features, local and systemic immune response, gastric-mucosal histology, and gastric juice ascorbic acid concentrations. Gut 1991; 32: 1415-18.
  2. Marshall B., et al. Attempt to fulfill Koch’s postulate for pyloric Campylobacter. Med. J. Aust. 1985; 152: 436-9.
  3. Baggiolini M., et al. Interleukin-8 and related chemotactic cytokines-CXC and CC chemokines. Adv. Immunol. 1994; 55: 97-179.
  4. Crabtree JE., et al. Mucosal interleukin-8 and Helicobacter pylori associated gastroduodenal disease. Eur. J. Gastroenterol. Hepatol. 1994; 6 (Suppl. 1): S33-S38.
  5. Crabtree JE., et al. Gastric IL-8 and IL-8 IgA autoantibodies in Helicobacted pylori infection. Scan. J. Immunol. 1993; 37: 65-70.


Dr. Philip Darmawan, MKT
Medical Advisor
pdsony@ho.otsuka.co.id

 
     
  Artikel Lainnya  
 

29 May 2010 | Article

Manajemen Cairan dan Nutrisi pada Pankreatitis Akut


28 May 2010 | Article

Efektifitas Abilify pada pasien Anxious Depresi atau atypical depresi


28 May 2010 | Article

Bronkitis Akut pada Anak


29 Apr 2010 | Article

Ekstravasasi & Infiltrasi


28 Apr 2010 | Article

Asma (Uraian Singkat)


 
     

 
 
 

Bagaimana menurut anda situs Otsuka ini ?

  

  

  

  

  

Getting poll results. Please wait...
 
  SELL BUY
USD9030.008880.00
SGD6648.656514.65
HKD1163.601142.30
AUD8142.357971.35
JPY105.18102.45
EUR11800.3511577.35

7/30/2010 16:02 WIB



Corporate eMail
 
This site has been accessed 1224243
times
 

 

All Right Reserver by Otsuka PT.